Home / Info Bidang / PKPP / Turonggo Mudho, Upaya Menghidupkan Kesenian Jaran Kepang

Turonggo Mudho, Upaya Menghidupkan Kesenian Jaran Kepang

Prihatin dengan semakin minimnya regenerasi kesenian jaran kepang (kuda lumping, red) meskipun sudah go internasional, Sangat Pribadi tidak mau tinggal diam. Mantan seniman ludruk Kota Malang era 80-an ini kini mendirikan kelompok seni Turonggo Mudho, Kamis (18/09).

Turonggo Mudho saat tampil, Kamis (18/09)

Turonggo Mudho saat tampil, Kamis (18/09)

Sesuai dengan namanya, para personel jaran kepang ini semuanya masih anak-anak mulai anak kelas I SD hingga kelas VI. Salah satu penampilan jaran kepang anak-anak ini bisa disaksikan saat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar Sosialisasi LEmbaga Penyiaran Tahun 2014 di Hotel Trio 2, Kota Malang.

Sangat pribadi mengakui setelah lama tidak bermain ludruk, di rumahnya di Tlogomas ia kini banyak mendidik anak-anak kecil untuk bermain jaran kepang. Adanya kegiatan ini untuk melestarikan budaya sekaligus menjauhkan anak-anak dari pergaulan yang negatif.

“Kalau tidak dididik berkesenian saya prihatin nantinya saat sudah masuk SMP saja anak-anak sudah banyak yang terjerumus dalam pergaulan bebas, narkoba, dan rokok,” jelas Sangat, Kamis (18/09).

Dengan dilatih bermain jaran kepang sejak usia dini Sangat melihat perkembanganya positif sekali. Anak-anak kecil dikampungnya kini bisa ikut berpartisipasi menyalurkan tenaganya untuk bermain jaran kepang. Sengaja yang dipilih untuk dididik adalah anak-anak SD sebab kalau sudah masuk SMP rata-rata sudah masuk kategori terlambat.

“Kalau sudah SMP biasanya gerakannya sudah kaku tidak bisa luwes, selain itu kalau sudah SMP anak-anak sudah banyak yang minum-minuman keras,” kata Sangat.

Ia menambahkan, dalam jaran kepang saat kalap itu memang kalap sungguhan, tetapi anak-anak SMP saat ini banyak yang keliru dengan kalap akibat minum-minuman keras. “Itu membuat kami prihatin, semoga tidak terjadi pada anak-anak didik kami,” ujarnya.

Untuk anak-anak SD agar mau belajar jaran kepang harus dididik dengan penuh kesabaran dan ketelatenan. Anak-anak SD masih mudah dibentuk dan diarahkan, karena itu ia berharap ke depan dengan pendidikan seni sejak dini dan pembinaan dari Pemerintah Kota Malang nantinya akan banyak muncul seniman-seniman besar. (cah/yof)

Prihatin dengan semakin minimnya regenerasi kesenian jaran kepang (kuda lumping, red) meskipun sudah go internasional, Sangat Pribadi tidak mau tinggal diam. Mantan seniman ludruk Kota Malang era 80-an ini kini mendirikan kelompok seni Turonggo Mudho, Kamis (18/09). Sesuai dengan namanya, para personel jaran kepang ini semuanya masih anak-anak mulai anak kelas I SD hingga kelas VI. Salah satu penampilan jaran kepang anak-anak ini bisa disaksikan saat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar Sosialisasi LEmbaga Penyiaran Tahun 2014 di Hotel Trio 2, Kota Malang. Sangat pribadi mengakui setelah lama tidak bermain…

Review Overview

User Rating: Be the first one !

One comment

  1. Salut dan bangga sama prestasi mereka…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.