Home / Berita / Kominfo Andalkan Pertunjukan Rakyat

Kominfo Andalkan Pertunjukan Rakyat

Kedungkandang, MC – Magis pertunjukan rakyat yang sukses menyedot perhatian masyarakat untuk menonton pertunjukan membuat Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Malang kembali akan menggelar penyuluhan melalui pementasan. Jika sebelumnya di Velodrome Sawojajar, mengambil lakon “Ande-ande Lumut”, dalam pertunjukan yang disiapkan di Jl. Ijen Kota Malang, Minggu (18/11) nanti, akan mengambil cerita Romeo-Juliet.

Pentas PPST bersama Kominfo

Pentas PPST bersama Kominfo

Meski cerita ini sudah begitu sering terdengar, Kominfo bersama Paguyuban Peminat Seni dan Tradisi (PPST) Kota Malang yakin tetap akan disukai penonton. Dengan sentuhan aransemen khusus, cerita ini tidak akan pernah lekang oleh waktu.

Kepala Bidang Informasi Publik Diskominfo Kota Malang Drs. Widjaja Saleh Putra mengungkapkan, pertunjukan rakyat selama ini sangat efektif untuk memberikan informasi ke publik. Karena itu, Kominfo selama ini seringkali menggunakan media pertunjukan rakyat sebagai alat untuk penyebarluasan informasi kepada masyarakat.

“Dengan dikemas melalui pertunjukan rakyat, momen sumpah pemuda, kepahlawanan, maupun pemilu bisa disampaikan dengan mengena. Tidak menggurui, namun mengena di hati, pesan tersampiakan dengan baik,” tegas Widjaja, Rabu (7/11).

Pembina PPST Kota Malang, Tri Suhariadi mengungkapkan, saat ini pihaknya sudah sangat all out menyiapkan pementasan 18 November 2012 nanti. Dengan mengusung para seniman dari berbagai sanggar seni yang ada di Kota Malang, pertunjukan kali ini dipastikan lebih spektakuler dibandingkan pertunjukan-pertunjukan yang telah dibuat sebelumnya.

Cerita kompletnya bagaimana? “Kini masih kami rahasiakan dahulu bagaimana kami menginterpretasikan cerita Romeo Juliet, yang jelas anak-anak kini terus setiap hari bersiap secara maksimal,” ujar Tri.

Meskipun berasal dari sanggar yang berbeda-beda dan jenjang sekolah yang beragam mulai dari anak-anak SMP, SMA hingga mahasiswa, Tri mengakui tidak menemukan kesulitan untuk bekerja bersama. Kekompakan yang sudah dibangun secara panjang, menjadi modal utama agar pementasan yang akan datang bisa berlangsung sukses. (cah/dmb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.