Home / Berita / Diskominfo Kota Malang Tindaklanjuti Gerakan Implementasi Open Source Software

Diskominfo Kota Malang Tindaklanjuti Gerakan Implementasi Open Source Software

Beberapa waktu lalu kota Malang melaunching Gerakan Open Source Software, dan gelaran ini dihelat dengan berbagai acara, mulai dari pameran animasi, teknologi informasi, robot rakitan dari mahasiswa, dan sebagainya. Setelah dilaunchingnya gerakan tersebut, diharapkan nantinya open source bisa digunakan masyarakat Malang pengguna teknologi informasi, khususnya di wilayah kerja Pemkot Malang.

Terkait hal tersebut, pihak Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Malang selaku SKPD yang menjadi ujung tombak program ini terus berpacu guna mensukseskan gerakan tersebut, seperti halnya bekerjasama dengan tujuh belas perguruan tinggi di Malang, komunitas pengguna open source dan  Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika Dan Ilmu Komputer (APTIKOM).

APTIKOM adalah sebuah asosiasi yang merupakan kerjasama antara perguruan tinggi di bidang IT diharapkan dapat menjadi wadah untuk dapat meningkatkan kerjasama baik antar perguruan tinggi, maupun antar perguruan tinggi dengan pemerintah dan pelaku usaha. “Hingga saat ini Diskominfo sudah menerjunkan mahasiswa di 13 kelurahan dari 57 kelurahan yang ada di kota Malang,” ujar Atfiah El Zam Zami, kepala Bidang Aplikasi Telematika Diskominfo Kota Malang, Selasa (17/4/2012).

 Setiap kelurahan, kata dia, akan ada 2 mahasiswa dan sebelum diterjunkan, para mahasiswa ini sebelumnya sudah mendapat pembekalan. “Program  bertujuan untuk membantu kelurahan dalam penggunaan open source dan nantinya akan berkelanjutan hingga semua kelurahan mendapat pendampingan penggunaan program tersebut,” urainya.

Selain itu, lanjutnya, di SKPD Pemkot Malang juga demikian, dan untuk jangka pendek program ini akan dilaksanakan selama satu tahun ke depan, serta pelaksanaannya sudah dimulai sejak 2 April lalu. “Kami akan menggelar ini secara bertahap, karena program jangka panjang program ini akan digelar atau ditargetkan selama tiga tahun ke depan di kota Malang sehingga masyarakat sudah menggunakan open source semua,” sambungnya.

Sedangkan waktu pendampingan oleh mahasiswa ini, terang Zam Zami ada 2 pilihan, ada yang 3 bulan dan 6 bulan, dan pendampingan ini sekaligus memagangkan para mahasiswa di kelurahan maupun SKPD di wilayah kerja Pemkot Malang. “Perguruan tinggi yang terlibat atau yang sudah bekerjasama dengan Diskominfo Kota Malang saat ini diantaranya yaitu STIKI, Universitas Machung dan universitas Brawijaya,” imbuhnya.

“Tanggal 27 April mendatang pembekalan mahasiswa yang akan diterjungkan ke kelurahan maupun SKPD di Kota Malang akan digelar di Universitas Machung. Dengan pembekalan ini, kami berharap mahasiswa lebih siap serta dapat membantu penggunaan program open source. Dengan demikian, pada akhirnya kami berharap juga dapat meningkatkan kinerja SKPD serta staf kelurahan di kota Malang,” pungkas Zam Zami. (say/ode)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.